
Elizabeth Brannon seorang peneliti yang terlibat dalam studi tersebut yang merupakan seorang psikologi dan ilmu saraf duke university di nort carolina, dia dan tim menciptakan sebuah alat tes matematika untu bayi, dimana tes ini ditengarai dapat digunakan untuk memberikan penilaian ataupun skor terhadap "kepekaan primitif bayi terhadap angka".
didalam tes, serangkaian pola hitam putih yang dibuat dari sejumlah titik berkedip-kedip di dua layar di epan bayi .Perbedaan dari pola-pola tersebut bahwa salah satunya selalu menunjukkan pola-pola yang terbuat dari jumlah titik yang sama banyak, meskipun ukuran serta pengaturan titiknya berubah. Sedang di layar satunya, jumlah titik yang membentuk sebuah pola yang mengalami perubahan, bertambah maupun berkurang.
Nah, dengan tes semacam ini, seorang bayi yang mempunyai kepekaan angka yang kuat akan melihat ke sisi layar dengan jumlah titik yang berubah-ubah. Dia juga akan cenderung melihat layar dalam waktu yang cukup lama.
Dengan menggunakan metode seperti ini, Brannon dan timnya menguji kepekaan angka terhadap 48 bayi berusia 6 bulan. Kemudian mereka menindak lanjuti penelitian ini saat anak tersebut berusia 3,5 tahun. Di mana anak-anak tersebut diminta untuk melakukan sejumlah tes matematika, mencari tahu seberapa baik mereka dapat mengenal angka. Anak yang mempunyai kepekaan angka yang kuat pada saat masih bayi ternyata memiliki hasil tes matematika yang lebih baik.
Mungkin itu sedit artikel tentang cara mengetahui kemampuan matematika sejak bayi yang bisa sajikan semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya di blog